josafat page

Latest

Bagi Pecinta One Piece

Jika kalian ngaku-pecinta one piece, wajib ng-like OPL

 

Apa itu OPL? OPL adalah singkatan dari ONE PIECE LOVER.

Sedikit banyak tentang one piece akan kami bongkar sedemikian rupa sehingga menambah cakrawala pikiran anda, (*HA??)

percaya deh, ngga bakalan nyesal. Bagi yang berminat klik link dibawah ini

http://www.facebook.com/loveonpiece

Jaya Selalu Persebakbolaan INDONESIA!!!

Advertisements

Indonesia Tantang Malaysia di Final

Jakarta – Indonesia memetik kemenangan 2-0 atas Vietnam di semifinal SEA Games XXVI. Hasil tersebut mengantar ‘Garuda Muda’ kembali berhadapan dengan Malaysia untuk memperebutkan medali emas di final.

Dua gol Indonesia dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (19/11/2011) malam WIB tercipta di babak kedua. Yang pertama dilesakkan Patrich Wanggai di menit 60 lewat eksekusi tendangan bebas, sementara gol kedua dilesakkan Titus Bonai di menit 89.

Hasil ini mengantar Indonesia masuk final SEA Games XXVI, yang merupakan final pertama sejak yang terakhir tahun 1997 lalu. Sukses ini juga membuka peluang Indonesia untuk menyudahi puasa emas sepakbola SEA Games yang terakhir diraih tahun 1991 silam.

Dalam laga puncak, yang akan dilangsungkan Senin (21/11/2011) lusa, Indonesia akan kembali menantang Malaysia, yang sebelumnya menang 1-0 atas Myanmar. Itu akan menjadi pertandingan kedua Indonesia vs Malaysia setelah pada fase grup lalu laga berkesudahan 1-0 untuk keunggulan ‘Harimau Malaya Muda’.

Jalannya Pertandingan

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (19/9/2011) malam WIB, laga Vietnam vs Indonesia berlangsung dalam tempo cepat sejak menit awal. Hingga menit 15 kedua tim masih terbilang berimbang.

Indonesia memiliki peluang pertamanya di menit 18 saat umpan lambung yang dilepaskan Okto tepat mengarah ke Wanggai yang berdiri tanpa kawalan di tengah kotak penalti. Alih-alih terjadi gol, Wanggai gagal mengendalikan bola dengan sempurna dan si kulit bundar lepas dari penguasaannya.

Tekanan Indonesia berlanjut semenit berselang, saat Okto menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang masih bisa dijinakkan kiper Vietnam, Tran Buu Ngoc. Tak lama berselang tendangan bebas Egi Melgiansyah yang berbelok usai membentur pagar hidup pemain Vietnam masih bisa ditangkap kiper.

Tran Buu Ngoc kemudian membuat dua penyelamatan gemilang saat dia meninju keluar lapangan bola yang mengarah tepat ke gawangnya. Pada kesempatan lain Wanggai berhasil mengecoh beberapa pemain belakang Vietnam di dalam kotak penalti, namun karena terlalu lama mengolah bola dia kemudian tak menghasilkan apapun.

Indonesia terus tampil dominan di babak pertama, namun hingga turun minum tak ada gol berhasil dilesakkan.

Di menit pertama babak kedua Indonesia langsung mengkreaskikan peluang. Tibo berhasil mencuri bola di tengah lapangan dan melakukan solo run ke kotak penalti. Berusaha mengarahkan bola ke tiang jauh saat tinggal berhadapan dengan kiper, si kulit bundar bergulir terlalu lebar.

Penantian puluhan ribu pendukung Indonesia yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno akhirnya tuntas di menit 60 setelah Wanggai menjebol gawang Vietnam. Tendangan bebas yang dia lepaskan di muka kotak penalti membentur kaki pagar hidup pemain lawan, bola yang bergulir ke sudut bawah tiang dekat tak kuasa dihalau kiper. Vietnam 0 Indonesia 1.

Tibo nyaris menggandakan keunggulan di menit 67 ketika sepakan yang dia lepaskan dari sudut sempit masih bisa dihadang kiper Tran Buu Ngoc. Di sisi lain Vietnam yang berusaha menyamakan kedudukan terus menemui kegagalan dalam upaya menembus pertahanan Indonesia. Upaya melakukan tembakan jarak jauh juga tak efektif karena tak ada yang tepat sasaran.

Indonesia akhirnya memastikan tiket ke final setelah Tibo mencetak gol yang membuat Indonesia unggul 2-0. Menggiring bola ke dalam kotak penalti, Tibo melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri. Bola membentur kaki bek Vietnam dan melayang melewati jangkauan kiper Vietnam. Skor berubah menjadi 2-0.

Di periode injury time Tibo nyaris menambah jumlah golnya. Sepakannya ke gawang yang sudah kosong masih terhadang bek Vietnam yang datang sambil menjatuhkan diri. Skor 2-0 untuk keunggulan ‘Garuda Muda’ tak berubah hingga wasit akhirnya meniup peluit panjang.

Susunan Pemain

Vietnam: 18-Tran Buu Ngoc, 4-Au Van Hoan, 5-Ngo Hoang Thinh, 7-Hoang Dinh Tung, 8-Nguyen Trong Hoang, 9-Le Van Thang, 12-Nguyen Van Quyet, 14-Chu Ngoc Anh, 15-Truong Huynh Phu, 19-Pham Than Luong, 28-Lam Anh Quang

Indonesia: 1-Kurnia Meiga, 13-Gunawan Dwi Cahyo, 28-Abdul Rahman , 15-Hasim Kipuw, 24-Diego Michiels, 8-Egi Melgiansyah, 6-Mahardiga Lasut, 10-Oktovianus Maniani, 21-Andik Vermansyah, 25-Titus Bonai, 27-Patrich Wanggai

Saatnya Indonesia Fokus ke Vietnam

SEAGJakarta – Kekalahan dari Malaysia sudah harus segera dilupakan. Selanjutnya, timnas U-23 Indonesia sudah ditunggu lawan yang tak bisa dibilang gampang: Vietnam.

Indonesia takluk 0-1 pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (17/11/2011) malam WIB. Gol Ibrahim Azwari di awal-awal babak pertam tak mampu dibalas Titus Bonai dkk. sampai akhir laga. Padahal ‘Garuda Muda’ punya sejumlah peluang di babak kedua.

Rahmad Darmawan, yang memutuskan untuk memainkan tim lapis kedua sebagai starter, menyebut bahwa skuadnya punya kualitas yang setara, entah siapa pun itu yang diturunkan.

Indonesia acapkali salah memberikan operan di babak pertama. Hal inilah yang kemudian coba diperbaiki oleh RD di babak kedua dengan memasukkan Egi Melgiansyah.

“Saya melihat kinerja tim saya tidak hanya sampai pertandingan-pertandingan kemarin. Dengan tim yang sekarang, soliditas pertahanan tidak beda jauh,” ujarnya seusai laga.

“Paling sial kita hari ini tidak kalah. Fokus meninggalkan satu pemain di lapangan tengah ketika menghadapi mereka. Namun, kita juga gagal memanfaatkan sejumlah peluang.”

“Babak pertama kita jelek, tapi di babak kedua kita bermain lebih bagus,” tukasnya.

Indonesia pun harus puas menjadi runner-up Grup A. Mereka pun bakal menghadapi sang juara Grup B, Vietnam, pada Sabtu (19/11) besok. RD menyebut bahwa Vietnam jelas bukan lawan yang mudah. Namun, siapa pun lawan yang dihadapi, Indonesia harus siap.

“Vietnam adalah tim dengan agresivitas yang bagus. Mereka punya dua sayap yang bagus dan striker yang punya pergerakan bagus. Itu yang saya tahu dari mereka.”

“Secara umum, saya pikir, Myanmar dan Vietnam sangat baik. Hanya mereka berbeda gaya,” tuntasnya.

Partai Semifinal Cabor Sepakbola SEA Games XXVI:

Sabtu (19/11/2011) Stadion Utama Gelora Bung Karno
Semifinal 1: Malaysia vs Myanmar 16.00 WIB
Semifinal 2: Vietnam vs Indonesia 19.30 WIB

Jadwal Liga Selesai Dibuat, Laga Pembuka di Bandung

Jakarta – Satu lagi langkah menuju digelarnya Liga Indonesia selesai dilakukan. PT Liga Prima sudah menuntaskan penyusunan jadwal musim 2011/12, dengan pertandingan pertama digelar di Bandung pada 15 Oktober. Soal penyusunan jadwal Liga Indonesia sebelumnya sempat jadi pertanyaan. Dengan roda kompetisi yang akan bergulir kurang dari dua pekan — kick off pada 15 Oktober — jadwal pertandingan hingga Selasa (4/10/2011) kemarin lusa belum dikelar dibuat. Namun pekerjaan rumah menyusul jadwal kompetisi tersebut akhirnya selesai dibuat. PT Liga Prima bahkan sudah menyerahkannya pada Komite Kompetisi yang akan membuat keputusan final. “Sejauh ini jadwal sudah selesai, sudah kami serahkan ke Komite Kompetisi berikut regulasinya,” sahut CEO PT Liga Prima, Widja, dalam perbincangan dengan detikSport. Terkait durasi kompetisi, hingga kini belum dipastikan kapan liga akan berakhir karena jadwal yang diajukan ada dua opsi. Pilihan pertama adalah menggelar laga tengah pekan yang membuat kompetisi bisa tuntas pada akhir Mei 2012, sementara jika laga hanya digelar pada akhir pekan maka baru akan kelar pada sekitar September 2012. “Jika hari pertandingannya adalah Rabu-Kamis dan Sabtu-Minggu maka kita akan selesai akhir Mei 2012. Jika cuma ambil Sabtu-Minggu saja akan selesai akhir September 2012. Begitu jadwal fix dari kami dan akan diputuskan oleh Komite Kompetisi. Kalau kami sih prefer yang ada laga tengah pekan.” “Kami menyusun jadwal sedemikian mungkin. Jadi misalnya Persipura sedang bertandang ke tim di wilayah barat (Indonesia) paling tidak nanti akan menghadapi dua atau tiga pertandingan sekaligus, jadi bisa efektif untuk mereka. Ini juga untuk mengantisipasi misalnya kalau ada Pilkada (pemilihan kepala daerah),” lanjut dia kemudian. Terkait laga pembuka, pertandingan akan digelar di Stadion Jalak Harupat, Bandung. Namun siapa yang akan bertanding belum bisa dipastikan. “Usulan sementara adalah Persib (Bandung) menghadapi Semen Padang, atau Persib menghadapi Persipura,” tuntas Widja.

Djohar Soal Nama Liga dan Format Dua Wilayah

Jakarta – Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menjelaskan perihal nama kompetisi baru di Indonesia yang berbau salah satu kompetisi di musim lalu. Ia juga menerangkan tentang kemungkinan format dua wilayah.

Mengenai nama kompetisi, Liga Prima, yang dinilai “dekat” nama brand Liga Primer Indonesia (LPI), Djohar mengatakan bahwa itu tidak ada kaitannya.

“Itu ‘kan nama PT-nya. Nama kompetisinya belum. Mungkin nanti bisa Citibank Competition, entah Liga Bank Mandiri, entah mungkin yang lain. Tapi, PT. Liga Prima-nya diambil dari (kepanjangan) Program Indonesia Emas. Jadi, ini sejalan dengan program pemerintah itu,” papar Djohar usai menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan penyedia konten siaran televisi di Malaysia, Broadway Media, di ruang VVIP Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2011).

Kemudian, saat ditanya soal sponsorship untuk kompetisi yang akan datang tersebut, ia belum mau menyebutkan secara detil termasuk namanya.

“Tiga hari ini kita sudah negosiasi. Ada sponsor besar, semua dari luar. Namanya saya lupa, tapi pokoknya level dunia.”

Mengenai rencana PSSI menggulirkan kompetisi dengan format dua wilayah, Djohar mengatakan bahwa hal itu belum final. Pihak yang akan memutuskan adalah Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

“Itu AFC yang menentukan, mau itu satu wilayah atau dua. Kalau jumlahnya mencukup satu wilayah, ya satu wilayah saja. ‘Kan terpulang lagi nanti siapa yang lolos (verifikasi). Adalah hak semua klub untuk ikut kompetisi,” jawabnya.

Kemarin, seorang anggota Komite Eksekutif La Nyalla Mattaliteti mengkritik wacana kompetisi dua wilayah karena dianggap menyalahi aturan dalam statuta FIFA. Pendapat itu dibantah Djohar.

Nggak ada itu. Nggak ada di statuta, (kompetisi) harus satu wilayah.

“Jadi, sebenarnya sponsor juga ingin satu wilayah. Tapi terpulang nanti, karena klub-klub punya hak untuk ikut kompetisi. Itu nanti AFC yang memverifikasi.

“Kalaupun – ini saya bicara kalau ya – terjadi dua wilayah, itu hanya untuk satu kali (musim ini saja). Tahun depan harus satu wilayah,” terang Djohar

Kompetisi Indonesia akan Disiarkan TV Malaysia, TV Lokal Belum Jelas

Jakarta – Kompetisi sepakbola Indonesia mendatang rencananya akan disiarkan oleh stasiun televisi Malaysia. Akan tetapi, TV lokal mana yang akan memiliki hak siarnya hingga kini belum diketahui.

Bertempat di ruang VVIP Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (15/9/2011), PSSI menandatangani nota kesepakatan dengan perusahaan penyedia konten siaran televisi di Malaysia, Broadway Media, yang punya hak untuk menyiarkan liga di Indonesia di negara tersebut.

“Ini adalah kerjasama bersejarah. Ini pertama kalinya liga profesional di Indonesia disiarkan secara resmi di negeri jiran,” ujar Ketua Umum PSSI Johar Arifin Husin.

“Kerjasama ini juga membawa nilai tambah berupa peningkatan hubungan klub dan liga sepakbola profesional serta menjalin masyarakat kedua negara melalui sepakbola.”

Dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut, turut hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Menteri Belia dan Sukan Malaysia YB Dato’ Sri Ahmad Shabery Cheek.

Nantinya, Broadway Media melalui jaringan televisi satelit berbayar Astro tidak hanya akan menyiarkan pertandingan, tapi juga acara preview, highlight, dan profil pemain-pemain bintang.

“Broadway ini nantinya siaran di Malaysia dan Brunei. Mereka ‘kan TV kabel,” tambah Djohar, yang belum memberitahu angka kerjasama tersebut, karena prosesnya masih berlangsung.

Pada kesempatan yang sama CEO Liga Prima, Widjajanto, mengungkapkan bahwa PSSI dan Federasi Sepakbola Malaysia juga sepakat untuk menjalin kerjasama. Nantinya, ia berharap, bisa mengadakan laga persahabatan atau turnamen antarklub juara kedua negara.

“Ya, misalnya juara Liga Indonesia kita pertemukan dengan juara Liga Super Malaysia. Di masa datang, kerjasama seperti ini dapat kita luaskan ke Filipina dan Thailand dengan menyelenggarakan turnamen tersendiri.”

Bagaimana dengan siaran televisi di Indonesia? Djohar mengingatkan, PSSI masih punya kontrak dengan ANTV sampai empat tahun ke depan. Namun, bisa saja ada perubahan.

“Di Indonesia kita sudah ada kontrak dengan ANTV. Tapi, ANTV sangat terbuka. Pak Nirwan (Bakrie) sangat terbuka dan sangat oke menolong. Dia juga lihat realitanya.

“Nanti semua terpulang dari hasil pembicaraan. Kalau katanya oke jual aja (hak siarnya), nanti mungkin kita atur bagi-baginya,” tukas Djohar.

Bepe: Pertemuan Pemain dengan Riedl Seizin PSSI

Jakarta – Kabar pertemuan beberapa pemain timnas Indonesia dengan Alfred Riedl jadi berita hangat. Menurut Bambang Pamungkas, pertemuan itu sudah mendapatkan restu dari pengurus teras PSSI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bambang sudah mengakui bahwa pertemuan dengan Riedl memang ada. Pertemuan tersebut dilakukan di Restoran Roemah Rempah, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2011). Hadir dalam pertemuan tersebut Bambang, Riedl, Markus Horison, Firman Utina, dan Wolfgang Pikal.

Bambang membantah isu yang menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut Riedl memanas-manasi para pemain timnas agar melawan pelatih timnas Wim Rijsbergen. Menurut penyerang Persija Jakarta ini, pertemuan dengan Riedl tersebut hanya merupakan acara minum teh atau kopi sebagai tanda terima kasih dan ucapan selamat tinggal.

Lewat situs pribadinya http://www.bambangpamungkas20.com, kapten timnas yang akrab disapa Bepe ini bercerita panjang lebar soal kronologis pertemuannya dengan Riedl. Dalam tulisan berjudul “Suatu Sore di Roemah Rempah”, dia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sudah direstui oleh Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI.

“Pada tgl 13 Juli 2011 malam, saya sempat berbicara melalui telephone dengan Alfred Riedl, pelatih tim nasional yg baru saja dipecat. Disamping berbicara mengenai keadaan tim, malam itu saya juga sempat mengajak mantan pelatih saya tersebut untuk minum kopi atau teh untuk sekedar mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal sebelum Alfred kembali ke Austria.”

“Secara pribadi saya menyampaikan kepada Ketum dan Waketum PSSI jika saya dan beberapa pemain berencana menemui Alfred Riedl untuk sekedar menyampaikan salam perpisahan dan rasa terima kasih. Saat itu Ketum dan Waketum mengijinkan dan mendukung hal tersebut, menurut mereka hal tersebut baik untuk menjaga silaturahmi.”

“Pada perkembangannya, dikarenakan satu dan lain hal pertemuan itu sendiri tidak pernah dapat terlaksana. Kesibukan kami dalam persiapan timnas guna menghadapi play off melawan Turkmenistan dan kesibukan Alfred dalam mengurus kasusnya dengan PSSI, membuat kami pada akhirnya harus menunda pertemuan tersebut sampai dengan batas yg belum ditentukan.”

Pada akhirnya, karena kesibukan masing-masing, Bepe dan beberapa pemain lain baru bisa merancang pertemuan dengan Riedl selepas pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Bahrain, Selasa (6/9/2011) malam WIB. Lewat sejumlah percakapan via telepon, akhirnya mereka bersepakat bertemu di Restoran Roemah Rempah pada keesokan harinya.

“Sebenarnya, yang diajak Bepe untuk bertemu Riedl bukan cuma Markus dan Firman. Akan tetapi, karena ajakan tersebut cukup mendadak dan pemain-pemain lain juga punya kesibukan sendiri, akhirnya yang bisa ikut cuma Markus dan Firman saja.”

“Pertemuan saya, Firman, Markus, Wolfgang dan Alfred sendiri lebih kepada ucapan perpisahan dalam kapasitas sebagai sahabat, tidak lebih dan tidak kurang. Dan apakah ada yg salah mengenai hal tersebut, saya rasa tidak. Jika dilihat dari waktu pertemuannya, mungkin memang sedikit kurang tepat, akan tetapi pada kenyataannya hanya pada hari itu saya mempunyai kesempatan untuk dapat bertemu dengan Alfred. Jika saya tidak melakukannya sore itu, mungkin saya tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Alfred Riedl.”

“Pertemuan tersebut sekali lagi hanyalah acara minum sore sebagai sahabat, tidak ada agenda lain seperti yg dituduhkan oleh beberapa kalangan. Karena acara tadi yg bersifat santai, maka kami memilih Plaza Senayan yg notabene sangat ramai dan terbuka. Bahkan saya sempat memasang photo kami berlima di akun instagram saya @bepe20. Itu artinya acara minum sore ini tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau kami rahasiakan.”

( mfi / din )