josafat page

Pra Piala Dunia

Nasib sepakbola kita

Benar-benar sebuah pertandingan yang mengesankan!! Baru pertama kali ini saya menyaksikan suatu pertandingan dengan jumlah gol yang sangat fantastis. Namun sangat disayangkan gawang timnas kesayangan kita lah yang dibombardir habis-habisan. Pecinta sepak bola Indonesia dimanapun mereka berada pastilah sangat kecewa dengan hasil ini. Bahkan pemain professional Inggris yang merumput di Manchester United turut berkicau yaitu Rio Ferdinand atas kekalahan ini melalui akun twitter nya (@rioferdy5) . “Did indonesia just lose???” dan beberapa menit kemudian “I’m not happy with this 10-0 scoreline, I went to Indonesia last summer…..”.

Saya secara khusus berterima kasih kepada bertandingan malam tadi. Mengapa demikian??? karena pertandingan tersebutlah yang dapat secara frontal menyadarkan sepakbola indonesia. Kita disadarkan bahwa hanya dengan segenap kekuatan INDONESIA lah kita dapat bersaing dikelas Internasional.

Jika kita bandingkan sepakbola Indonesia dengan masa lalu, kita tidak seperti sedang jalan ditempat, tidak juga jalan mundur, tetapi sedang berlari kebelakang!!! Betapa tidak, kita yang dahulu dikenal sebagai macan Asia, sekarang di ASEAN saja kita tidak berjaya. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Timnas kita masih puasa gelar sejak 20 tahun lalu. Ini salah siapa???

Jika ada yang bertanya ini salah siapa, saya beranggapan bahwa ini adalah salah dualisme liga.  Yang menjadi masalah di sini adalah kedua belah pihak yang sama sekali tidak mau mengalah.  Yang membawa kemajuan ke persepakbolaan Indonesia adalah rakyat dan pencinta sepak bola Indonesia. Rakyat seharusnya memiliki hak dan kewajiban yang sama, hak untuk bertanding membela Tim Garuda dan menyuarakan pendapat nya dan juga kewajiban untuk memajukan sepak bola Indonesia.  Yang saya amati saat ini adalah sepak bola yang di pimpin oleh seseorang yang otoriter. ????.  Saya sempat tertawa ketika seorang terman saya ada yang  berkicau di twitter, demikian katanya: PSSI sekarang adalah Persatuan sepak bola I*L

Majukan terus sepak bola INDONESIA!!!.
sing: GARUDA DIDADAKU….

Advertisements

Bepe: Pertemuan Pemain dengan Riedl Seizin PSSI

Jakarta – Kabar pertemuan beberapa pemain timnas Indonesia dengan Alfred Riedl jadi berita hangat. Menurut Bambang Pamungkas, pertemuan itu sudah mendapatkan restu dari pengurus teras PSSI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bambang sudah mengakui bahwa pertemuan dengan Riedl memang ada. Pertemuan tersebut dilakukan di Restoran Roemah Rempah, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2011). Hadir dalam pertemuan tersebut Bambang, Riedl, Markus Horison, Firman Utina, dan Wolfgang Pikal.

Bambang membantah isu yang menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut Riedl memanas-manasi para pemain timnas agar melawan pelatih timnas Wim Rijsbergen. Menurut penyerang Persija Jakarta ini, pertemuan dengan Riedl tersebut hanya merupakan acara minum teh atau kopi sebagai tanda terima kasih dan ucapan selamat tinggal.

Lewat situs pribadinya http://www.bambangpamungkas20.com, kapten timnas yang akrab disapa Bepe ini bercerita panjang lebar soal kronologis pertemuannya dengan Riedl. Dalam tulisan berjudul “Suatu Sore di Roemah Rempah”, dia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sudah direstui oleh Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI.

“Pada tgl 13 Juli 2011 malam, saya sempat berbicara melalui telephone dengan Alfred Riedl, pelatih tim nasional yg baru saja dipecat. Disamping berbicara mengenai keadaan tim, malam itu saya juga sempat mengajak mantan pelatih saya tersebut untuk minum kopi atau teh untuk sekedar mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal sebelum Alfred kembali ke Austria.”

“Secara pribadi saya menyampaikan kepada Ketum dan Waketum PSSI jika saya dan beberapa pemain berencana menemui Alfred Riedl untuk sekedar menyampaikan salam perpisahan dan rasa terima kasih. Saat itu Ketum dan Waketum mengijinkan dan mendukung hal tersebut, menurut mereka hal tersebut baik untuk menjaga silaturahmi.”

“Pada perkembangannya, dikarenakan satu dan lain hal pertemuan itu sendiri tidak pernah dapat terlaksana. Kesibukan kami dalam persiapan timnas guna menghadapi play off melawan Turkmenistan dan kesibukan Alfred dalam mengurus kasusnya dengan PSSI, membuat kami pada akhirnya harus menunda pertemuan tersebut sampai dengan batas yg belum ditentukan.”

Pada akhirnya, karena kesibukan masing-masing, Bepe dan beberapa pemain lain baru bisa merancang pertemuan dengan Riedl selepas pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Bahrain, Selasa (6/9/2011) malam WIB. Lewat sejumlah percakapan via telepon, akhirnya mereka bersepakat bertemu di Restoran Roemah Rempah pada keesokan harinya.

“Sebenarnya, yang diajak Bepe untuk bertemu Riedl bukan cuma Markus dan Firman. Akan tetapi, karena ajakan tersebut cukup mendadak dan pemain-pemain lain juga punya kesibukan sendiri, akhirnya yang bisa ikut cuma Markus dan Firman saja.”

“Pertemuan saya, Firman, Markus, Wolfgang dan Alfred sendiri lebih kepada ucapan perpisahan dalam kapasitas sebagai sahabat, tidak lebih dan tidak kurang. Dan apakah ada yg salah mengenai hal tersebut, saya rasa tidak. Jika dilihat dari waktu pertemuannya, mungkin memang sedikit kurang tepat, akan tetapi pada kenyataannya hanya pada hari itu saya mempunyai kesempatan untuk dapat bertemu dengan Alfred. Jika saya tidak melakukannya sore itu, mungkin saya tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Alfred Riedl.”

“Pertemuan tersebut sekali lagi hanyalah acara minum sore sebagai sahabat, tidak ada agenda lain seperti yg dituduhkan oleh beberapa kalangan. Karena acara tadi yg bersifat santai, maka kami memilih Plaza Senayan yg notabene sangat ramai dan terbuka. Bahkan saya sempat memasang photo kami berlima di akun instagram saya @bepe20. Itu artinya acara minum sore ini tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau kami rahasiakan.”

( mfi / din )


Pemain, Pelatih dan Manajemen Timnas Diminta Introspeksi

Jakarta – Anggota skuad timnas, pelatih Wim Rijsbergen, manajemen timnas diminta melakukan introspeksi. Koordinator timnas Bop Hippy menyebut kalau saling tuduh dan menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah.

Demikian diungkapkan Koordinator Timnas, Bob Hippy saat dihubungi detikSport. Bob menyebut kalau pemain, pelatih dan manajemen tim punya kesalahan dan harus bersama-sama melakukan introspeksi memperbaiki kesalahan.

“Masalah ini tidak bisa dilihat hanya sephak-sepihak. Harus dilihat secara keseluruhan,” sahut Bob di ujung telepon.

“Harus dilihat performa di lapangan. Main bagus nggak mereka (pemain) di lapangan, sudah disiplin belum mereka. Begitu juga dengan pelatih dan manajemen. Ini harus dilihat secara keseluruhan,” demikian lanjutnya.

Bob juga meminta seluruh pihak yang terlibat tidak mencari kambing hitam dan saling menyalahkan. Apa yang terjadi saat ini disebutnya lantaran semua pihak punya tujuan yang sama yakni ingin memetik kemenangan

“Saya pernah dimaki-maki saat jadi pemain. Itu tidak masalah, saya akan lakukan yang terbaik. Jangan mencari kambing hitam. Semua ingin menang, pelatih dan pemain sama-sama ingin menang. Tapi semua punya parameter masing-masing.”

Soal ide mempertemukan PSSI, pemain dan Wim di satu meja, Bob sepakat dengan hal tersebut. Itu akan dilakukan secepatnya, karena pemain kini tengah dipulangkan ke klub untuk mengurus kontrak baru.

“Semua yang menyangkut merah putih harus dibela dengan sebaik-baiknya. Semua ada kekuarangan. Belum ada agenda (mempertemukan) karena pemain sudah dipulangkan ke klub dan berlatih dengan klub,” tuntas dia.

( din / mfi )


Soal Keberatan 7 Pemain, PSSI Akan Selesaikan Secara Kekeluargaan

reutersJakarta – Bambang Pamungkas mengklaim tujuh pemain timnas keberatan dengan pelatih Wim Rijsbergen. Demi menjaga keharmonisan timnas, PSSI akan menuntaskan persoalan ini secara kekeluargaan.

“Kita akan cari jalan yang terbaik. Semua yang menyangkut merah putih harus dibela dengan sebaik-baiknya. Semuan bisa dibereskan dengan kekeluargaan,” ungkap Koordinator Timnas, Bob Hippy dalam perbincangan dengan detikSport, Senin (12/9/2011) pagi.

Pasca kekalahan 0-2 atas Bahrain, tersiar isu tak mengenakkan soal kondisi timnas. Resitensi terhadap Wim dikabarkan mulai muncul, hal mana dibenarkan oleh Bepe melalui situs pribadinya http://www.bambangpamungkas20.com.

Dalam tulisan Bepe menyebut ada tujuh pemain yang keberatan dengan pelatih asal Belanda tersebut. Meski tak menyebut siapa-siapa saja nama tersebut, Bepe mengungkapkan kalau mereka kecewa dengan komentar pelatih asal Belanda itu usai laga kontra Bahrain.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PSSI, Tri Goestoro, menyebut kalau pihaknya saat ini belum menerima laporan resmi soal keberatan tersebut. Hal ini berseberangan dengan pernyataan Bepe kalau tujuh pemain tersebut sudah menyatakan keberatan sesaat setelah kekalahan atas Bahrain.

“Sekedar untuk diketahui, jika 7 pemain yang menyatakan tidak bersedia bermain di bawah Wim tersebut, menyampaikannya kepada management timnas sesaat setelah pertandingan selesai, atau pada kisaran pukul 24:00 WIB tgl 6 September,” demikian tulis Bepe.

Lebih lanjut Tri Goestoro menyebut kalau PSSI belum bisa bersikap saat ini. Namun dia memastikan kalau bakal ada klarifikasi terkait hal tersebut.

“PSSI belum terima pernyataan. Kita lihat nanti. Kita (PSSI) belum bisa bersikap kalau belum tahu persis apa yang permasalahannya. Jangan terburu-buru. Saya tidak mau berandai-andai (jika ketujuh pemain tersebut benar-benar mengundurkan diri),” tuntas Tri Goestoro.

( din / roz )


Indonesia Tak Gentar dengan Iran

<img alt="" src="http://images.detik.com/content/2011/08/23/76/perayaangol-detik-meylan.jpg&quot; class="alignleft" width="285


‘Lawan Iran Bakal Jadi Laga Sulit bagi Indonesia’

Solo – Penampilan Indonesia mendapatkan pujian dari pelatih Palestina Abdelnasser S.H. Barakat. Meski begitu ia berpendapat Indonesia bakal menghadapi laga sulit saat melawan Iran.

Indonesia berhasil mengatasi Palestina 4-1 dalam laga ujicoba di Stadion Manahan, Solo, Senin (22/8/2011) malam WIB. Dalam laga itu Palestina sempat unggul 0-1 namun selanjutnya kebobolan empat gol.

Pelatih Palestina Abdelnasser S.H. Barakat mengakui bahwa di babak kedua timnya kehilangan konsentrasi di babak kedua. “Persiapan kami sangat pendek sebelum datang ke sini. Di sisi lain, tim nasional Indonesia mempersiapkan diri dengan baik karena mereka sedang bersiap menghadapi putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia,” kata dia kepada wartawan selepas pertandingan.

Abdelnasser selanjutnya memuji penampilan tim “Merah Putih”. “Saya ingin mengucapkan selamat untuk tim nasional Indonesia. Saya mendoakan Indonesia mendapat yang terbaik dalam perjalanannya di kualifikasi Piala Dunia,” terangnya.

“Indonesia sedang mempersiapkan diri di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia. Mereka ingin mendapatkan hasil bagus untuk membuat impresi yang bagus. Mereka akan menghadapi lawan-lawan yang kuat dan mereka butuh hasil bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.”

Laga menghadapi Palestina memang sedikit banyak bisa dijadikan gambaran bagi Indonesia saat berjumpa tim-tim dari Timur Tengah di kualifikasi Piala Dunia 2014 mendatang. Lawan pertama tim asuhan Wim Rijsbergen adalah Iran.

Abdelnasser memprediksi bahwa laga melawan Team Melli -julukan Iran- bakal berlangsung sulit bagi Cristian Gonzales dkk. “Akan jadi pertandingan yang sangat sulit buat mereka (Indonesia) karena Iran adalah tim yang sangat kuat. Tapi, saya harap Indonesia melakukan yang terbaik untuk mendapat hasil bagus lawan Iran,” tuntasnya.


Suriah Didiskualifikasi dari Pra-Piala Dunia 2014

Getty ImagesZurich – Suriah kehilangan tempatnya di Pra-Piala Dunia 2014. Karena menggunakan pemain yang tidak sah, posisi mereka pun diberikan kepada Tajikistan.

Diwartakan Yahoosports, Suriah sebenarnya lolos ke putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014 zona Asia. Di putaran ketiga, mereka tergabung di Grup C bersama Jepang, Uzbekistan, dan Korea Utara.

Namun, karena ketahuan memakai pemain ilegal, The Red Eagles pun didiskualifikasi oleh FIFA. Mereka pun batal bermain di putaran ketiga.

Pemain ilegal yang dimaksud adalah George Mourad. Penyerang berusia 28 tahun ini sebenarnya tak bisa memperkuat Suriah karena sudah pernah membela timnas Swedia di Piala Eropa U-21 pada tahun 2003. Pada tahun 2005, Mourad juga bermain untuk timnas senior Swedia dalam sebuah laga persahabatan.

Namun, Suriah tetap menurunkannya dalam laga putaran kedua Pra-Piala Dunia 2014 kontra Tajikistan. Bahkan, Mourad mencetak satu gol di leg pertama.

Dengan didiskualifikasinya Suriah, maka Tajikistan kembali masuk persaingan. Mereka masuk Grup C bersama Jepang, Uzbekistan, dan Korea Utara.

Foto: Timnas Suriah (merah) saat bertemu Tajikistan di putaran kedua Pra-Piala Dunia 2014 zona Asia.